Stainless steel, atau baja tahan karat, adalah jenis logam yang memiliki ketahanan terhadap korosi. Ketahanan ini diperoleh dari lapisan oksida kromium yang terbentuk di permukaan logam. Lapisan oksida ini mencegah proses korosi dengan membentuk penghalang yang melindungi logam dari kontak dengan zat korosif.

Stainless steel memiliki berbagai macam tipe, yang dibedakan berdasarkan kandungan kromium dan nikelnya. Tipe stainless steel yang paling umum digunakan adalah tipe 304 dan 316. Tipe 304 memiliki kandungan kromium sebesar 18% dan nikel sebesar 8%. Tipe 316 memiliki kandungan kromium sebesar 18%, nikel sebesar 10%, dan molibdenum sebesar 2%.

Stainless steel memiliki berbagai macam penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh penerapannya adalah peralatan dapur, peralatan bedah, konstruksi, dan transportasi.

Stainless Steel Adalah Baja Tahan Karat

Stainless steel adalah bahan yang berasal dari perpaduan besi dan karbon. Bahan ini tersusun dari penambahan campuran kromium dan elemen lain seperti mangan serta nikel. Bahan ini sering disebut baja tahan karat karena ada beberapa sifat fisik dasar yang dimilikinya yakni tahan terhadap oksidasi dan korosi.

Bahan ini memang bukanlah konduktor panas serta listrik yang baik. Akan tetapi, penggunaannya bisa ditarik oleh magnet karena terdapat kandungan besi di dalamnya. Meski terbuat dari baja yang kokoh, kuat dan keras, stainless steel juga mudah dibentuk. Tanpa finishing, lapisan kromiumnya pun dapat membuatnya sudah tampak menarik.

Jenis-jenis Stainless Steel

1. Stainless Steel 304

Jenis stainless steel 304 termasuk kategori food grade dengan komposisi 18/8 atau 19/10. Hal ini menunjukkan adanya kandungan kromium serta nikel di dalamnya. Kromium berfungsi untuk mengikat oksigen di permukaan SS sekaligus melindungi bahan dari proses oksidasi yang menimbulkan karat. SS 304 digunakan untuk industri kuliner, kotel, rumah sakit dan tempat makanan.

2. Stainless Steel 316

Sama dengan SS 304, SS 316 tergolong kategori ramah keluarga karena tampilan dan sifatnya yang serupa. Keduanya sama-sama non-magnetik, tahan karat dan tahan panas. Namun, seri ini mengandung kromium sebesar 16% dan nikel 10%. Disamping itu, seri 316 juga mengandung molybdenum yang lebih tahan akan korosi pitting.

3. Stainless Steel 430

Stainless steel 430 yang sering disebut dengan monel mengandung magnet di dalamnya. Seri ini mengandung 18/0 komposisi dimana kandungan kromiumnya sebesar 18% dan nikel 0,75% yang hampir terabaikan. Maka dari itu, kandungan nikelnya lebih kokoh dan tidak tahan akan korosi.

Keunggulan Bahan Stainless Steel

1. Tahan Karat dan Korosi

Keunggulan utama dari bahan stainless steel yakni kemampuannya dalam mencegah korosi. Hal ini karena kandungannya terdiri dari campuran besi, karbon serta kromium. Kromium adalah unsur yang membentuk lapisan oksida pada permukaan logam sehingga bisa melindungi dari adanya karat. Maka dari itu, sering digunakan pada peralatan masak.

2. Kuat dan Tahan Lama

Seperti yang diketahui bahwa stainless steel adalah bahan yang terkenal akan kekuatannya dan daya tahannya. Semakin tinggi dan bagus kualitas bahan, maka semakin sulit juga dihancurkan. Berbeda dengan bahan dasar lainnya, peralatan yang memanfaatkan bahan ini dinilai awet hingga bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

3. Mudah Dibersihkan dan Dirawat

Dikarenakan permukaannya yang halus dan tidak berpori, bahan stainless sangat mudah dibersihkan dan dirawat. Bahan yang cukup kuat ini tidak akan mengelupas meski digosok untuk membersihkan noda dan kotoran yang menempel pada permukaannya. Dengan begitu, bahan stainless steel mampu menjaga kebersihan dan higienitas.

4. Higienis dan Aman untuk Kesehatan

Pada peralatan medis dan peralatan makanan, baja tahan karat ialah bahan paling aman dan higienis. Selain itu, bahan ini juga sangat higienis bagi pipa air. Pipa baja tahan karat berdinding tipis tidak akan menimbulkan polusi sekunder pada kualitas air. Tentunya, hal ini sesuai dengan standar kualitas air minum nasional.

Penerapan Stainless Steel dalam Kehidupan Sehari-hari

Penggunaan stainless steel sangat membantu dalam menunjang kegiatan sehari-hari mulai dari memasak, sanitasi, arsitektur, medis, transportasi hingga industri makanan dan minuman. Pada peralatan masak, bahan ini sering dijumpai pada kompor, wajan, panci, sodet, pisau, dan masih banyak lagi.

Di dunia arsitektur, stainless steel juga dimanfaatkan dalam membuat bangunan seperti Menara Eiffel, Burj Khalifa, Gateway Arch dan Cloud Gate. Hal ini karena bahannya mampu menahan cuaca buruk dan korosi. Kilaunya juga berhasil menarik perhatian banyak orang. Selain itu, dunia medis juga turut memanfaatkannya sebagai bahan peralatan bedah.

Stainless steel juga biasa digunakan pada dump powder screw conveyor di dunia transportasi, atau tempat tunggu transportasi. Tidak hanya itu, jenis bahan ini juga sering dijumpai pada produk kuliner seperti sendok dan garpu sebagai alat makan karena sudah terjamin keamanan dan higienisnya.

Bahan stainless steel juga banyak digunakan pada peralatan kamar mandi. Salah satunya yakni floor drain atau saringan air. Penggunaan stainless steel pada saringan air membuat saringan mudah dibersihkan dan kokoh. UNNU menyediakan beragam peralatan kamar mandi yang terbuat dari bahan stainless steel mulai dari saringan air stop kran, hingga valve pipa air.

Baca Juga: Rekomendasi Selang Fleksibel (Flexible Hose) Stainless Steel Terbaru

Itulah penjelasan mengenai apa saja hal-hal yang perlu diketahui dari bahan stainless steel. Dapat disimpulkan bahwa material ini sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari mulai dari segi medis, konsumsi, transportasi hingga peralatan mandi. Tidak heran jika bahan ini sering dijumpai di pasaran.